Capek & buang waktu kita diskusi di sini, kalau hanya mengeluh.
Tapi sementara memang baru ini yang bisa dilakukan.
Intinya memang di Perla isinya mayoritas MAFIA.
Dari masuk jadi PNS Perhubungan saja sudah suap sana sini.
Jadi jangan heran kalau banyak pegawai di lingkungan Perla pada cari obyekan.
Salah satunya ya itu, sertifikat yang Asli jadi palsu, yang palsu jadi Asli.
Susah mau diberantas karena di dalamnya Lingkaran SETAN.
Nanti kita ngadu ke Bagian lain, yang Bagian lain ini seolah-olah jadi pahlawan kesiangan.
Masukan diterima, tapi tidak ada tindak lanjut.
Kalaupun ditegur, selang gak lama, sistemnya sudah kembali "Sedia kala".
Mau jadi pejabat di Perla juga harus bisa PDKT ke Menteri, yang intinya juga "Setoran".
Ada perkataan: "Jangan lupa setorannya kalau sudah jadi Pimpinan"
Hanya mainnya halus.
Maaf, ini bukan fitnah. Hanya saja memang dibuktikan, karena mereka semua pasti tutup mulut,
dan tidak ada "kuitansi" sebagai barang bukti, hehehe...
Ada yang bilang : SUSU TANTE : Sumbangan Suka Rela "Tanpa Tekanan".
Memang tanpa takanan, tapi kalau gak ngasih duit ya jangan harap mau cepat selesai urusan kita.
Itulah negara kita........INDONESIA.
[Non-text portions of this message have been removed]
2. ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
